TAFSIR SURAT AL A’RAAF AYAT 65-79

By | 21/04/2016

Tafsir Al Qur’an Surat A’raaf Ayat yang ke: 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, dan 79.
Ayat berikut ini menerangkan tentang kisah Nabi Hud dengan kaumnya: ‘Aad dan kisah Nabi Saleh dengan kaumnya: Tsamud.

Silahkan baca tafsir sebelumnya: Tafsir Al A’raaf Ayat 65-79

Ayat 65-72: Kisah Nabi Hud ‘alaihis salam

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلا تَتَّقُونَ (٦٥) قَالَ الْمَلأ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (٦٦) قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٦٧) أُبَلِّغُكُمْ رِسَالاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ (٦٨) أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَى رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٦٩) قَالُوا أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللَّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٧٠) قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ (٧١) فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ (٧٢

Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 65-72

65. Dan kepada kaum ‘Aad (kami utus) Hud saudara mereka. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?”

66. Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya[1] berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras[2] dan kami kira kamu termasuk orang orang yang berdusta.”

67. Dia (Hud) menjawab, “Wahai kaumku! Bukan aku kurang waras, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan seluruh alam.

68. Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasehat yang terpercaya kepada kamu[3].

69. Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu? Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah (pengganti-pengganti yang berkuasa) setelah kaum Nuh[4], dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. Maka ingatlah akan nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung.”

70. Mereka berkata, “Apakah kedatanganmu kepada kami, agar Kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!”

71. Dia (Hud) menjawab, “Sungguh, azab dan kemurkaan dari Tuhan akan menimpa kamu[5].” Apakah kamu hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu buat sendiri, padahal Allah tidak menurunkan keterangan untuk itu[6]? Jika demikian, tunggulah! Sesungguhnya aku pun bersamamu termasuk yang menunggu[7].”

72. Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang beriman.

Ayat 73-79: Kisah Nabi Saleh ‘alaihis salam

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٧٣) وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الأرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا آلاءَ اللَّهِ وَلا تَعْثَوْا فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ (٧٤) قَالَ الْمَلأ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ (٧٥) قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ (٧٦) فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (٧٧) فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ (٧٨) فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَكِنْ لا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ (٧٩

Terjemah Surat Al A’raaf Ayat 73-79

73. Dan kepada kaum Tsamud[8] (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhammu[9]. Ini seekor unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah[10], janganlah disakiti[11], nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.”

74. Dan ingatlah ketika Dia (Alah) menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum ‘Aad[12] dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana[13] dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah[14]. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah[15] dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi[16].

75. Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya, “Tahukah kamu bahwa Saleh adalah seorang rasul dari Tuhannya?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami percaya kepada apa yang disampaikannya[17].”

76. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.”

77.[18] Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar kamu salah seorang rasul[19].”

78. Lalu datanglah gempa[20] menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan[21] di dalam reruntuhan rumah mereka.

79. Kemudian ia (Saleh) pergi meninggalkan mereka sambi berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu, dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.”


[1] Yang menolak dakwah Nabi Hud ‘alaihis salam dan mencela pandangannya.

[2] Padahal siapakah yang kurang waras daripada orang-orang yang menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat apa-apa berupa batu dan pepohonan, bahkan lebih lemah daripada penyembahnya?

[3] Oleh karena itu, kewajiban kamu adalah menerimanya, tunduk dan taat kepada Allah Rabbul ‘alamin.

[4] Oleh karena itu, pujilah Allah dan bersyukurlah kepada-Nya ketika Dia memberi tempat kepadamu di bumi, menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah terhadap umat-umat yang binasa karena mendustakan rasul. Allah membinasakan mereka, dan membiarkan kamu untuk melihat apa yang kamu kerjakan, dan berhati-hatilah jika kamu sama mendustakan seperti mereka, Dia akan menimpakan azab kepadamu sebagaimana kepada mereka.

[5] Karena sebab-sebabnya telah ada.

[6] Karena jika hal itu benar, tentu Allah akan menurunkan keterangan. Oleh karena Alah tidak menurunkan keterangan, maka yang demikian menunjukkan bahwa hal itu tidak benar.

[7] Maka Allah mengirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. Angin itu tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya, kecuali dijadikannya seperti serbuk (lih. Adz Dzaariyat: 41-42), sehingga tidak ada yang terlihat lagi selain tempat tinggal mereka, maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang telah mendapat peringatan, namun malah menolaknya.

[8] Tsamud adalah kabilah (suku) yang tinggal di Hijr dan sekitarnya, yaitu negeri Hijaz dan jazirah Arab.

[9] Yang menunjukkan kebenaranku, di mana sebelumnya mereka meminta bukti kepada Saleh untuk mendatangkan mukjizat, maka Allah mendatangkan unta betina itu.

[10] Kamu tidak perlu memberinya makan.

[11] Dipukul atau disembelih.

[12] Yang dibinasakan Allah.

[13] Yang kamu tempati di musim panas.

[14] Yang kamu tempati di musim dingin.

[15] Dan apa yang diberikan-Nya kepadamu berupa karunia, rezeki dan kekuatan.

[16] Dengan merusaknya dan berbuat maksiat.

[17] Berupa mengajak kepada tauhid, apa yang diberitakannya, perintahnya dan larangannya kami benarkan.

[18] Unta betina memiliki hari untuk meminum air sumur, dan mereka (kaum Tsamud) pun sama memiliki hari untuk mengambil air sumur, kemudian lama-kelamaan mereka pun bosan, dan menyembelih unta tersebut. Ada yang mengatakan, bahwa yang menyembelihnya adalah Qudar bin Salif atas perintah mereka.

[19] Nabi Saleh ‘alaihis salam berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (lihat Huud: 65)

Faedah:
Syaikh As Sa’diy berkata, “Perlu diketahui, bahwa kebanyakan mufassir menerangkan kisah ini, yakni bahwa unta betina itu keluar dari batu keras yang licin yang sebelumnya mereka usulkan kepada Saleh. Unta tersebut sudah mengandung dan hampir melahirkan, lalu unta itu keluar sedangkan kaumnya melihat langsung. Unta itu sudah melahirkan anaknya ketika mereka menyembelihnya, dan bersuara tiga kali suara, lalu bukit terbelah dan anak unta tersebut masuk ke dalamnya. Nabi Saleh berkata kepada mereka, “Tanda turunnya azab kepada kamu adalah pada hari pertama dari ketiga hari itu adalah mukamu menjadi kuning, hari kedua mukamu merah, dan hari ketiga mukamu hitam.” Lalu terjadilah seperti itu. Semua ini merupakan kisah Isra’iliyyat yang tidak layak dinukil dalam menafsirkan kitab Allah, dan dalam Al Qur’an tidak ada sesuatu yang menunjukkan demikian dari berbagai sisi. Bahkan jika hal itu benar, tentu Allah akan menyebutkannya, karena di dalamnya terdapat keajaiban, pelajaran dan tanda yang tidak mungkin dibiarkan Allah Ta’ala sehingga tidak disebutkan sampai datang dari jalan orang yang tidak ditsiqahkan penukilannya, bahkan Al Qur’an mendustakan sebagiannya, karena Nabi Saleh berkata kepada mereka, “Bersuka rialah di rumah kamu selama tiga hari.” Yakni nikmatilah dan bersenang-senanglah dalam waktu yang singkat ini, karena kamu tidak dapat bersenang-senang dan bersuka ria selain ini. Lantas di manakah kesenangannya bagi mereka yang diancamkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan ditimpakan azab dan menyebutkan pendahulunya, di mana hari demi hari akan terjadi sesuatu yang menimpa mereka secara merata (merahnya muka, kuning dan hitam karena azab), bukankah hal ini bertentangan dengan Al Qur’an dan menyalahinya?!! Dalam Al Qur’an sudah ada kecukupan dan hidayah tidak perlu yang lainnya.”

[20] Dan suara keras dari langit.

[21] Di atas lutut mereka.

Tags: Tafsir Lengkap Al Quran Online Indonesia, Surat Al A’raaf, Terjemahan Dan Arti Ayat Al Quran Digital, Penjelasan dan Keterangan, Kandungan, Asbabun Nuzul, Download Tafsir Al Quran, Footnote atau catatan kaki.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *